Bagaimana
bisa dulu aku meyakini bahwa selamanya “kau tak akan pernah terganti”.
Bagaimana mungkin aku meyakini bahwa “kau adalah takdirku” sedangkan, tegur
sapa mu pun tak pernah ada untukku dan Tuhan yang maha romantis telah
mempersiapkan takdir lain untukku. Kau tahu? Bahkan untuk bertanya pada Tuhan
melalui istikharah cinta pun aku tak pernah mau. Kau tau kenapa? Aku sangat
takut kehilangan kamu, aku sangat takut Allah memberi petunjuk bahwa “kau bukan
takdirku”. aku egois? Ya, benar aku egois dan aku memaksa Tuhan untuk
menjodohkan aku denganmu. Kau lihat?
Betapa tergila-gila nya aku dengan segala hal yang ada dalam dirimu yang tak
pernah kutemukan pada diri laki-laki lain. ah sudah lah rasanya aku ingin
tertawa dengan segala hal tentang dirimu, sekarang aku sadar betapa bodohnya
cinta yang kukira baik untuk ku, padahal cinta pilihan Tuhan adalah terbaik
diatas pilihan terbaik ku yang menurutku itu “kamu”.
Aku
marah, aku sakit, patah hati berkali-kali karenamu, karena kau tiba-tiba
mengubah dirimu layaknya monster yang aku sangat takut dan tak ingin melihatmu.
Aku menangis sejadi-jadi nya, aku marah “kenapa Tuhan hadirkan cinta dalam
hatiku yang pada akhirnya kau tak pernah untukku”. Dan parahnya, kau tak pernah
menyadari atas sakit yang kamu cipta untukku, kamu pergi entah kemana hatimu
berlabuh kini. Aku mencintaimu, Tapi aku sadar, bahwa nyatanya aku bukan yang
terbaik, aku bukan yang terpantas, aku bukan pilihan Tuhan untuk menemanimu, juga
bukan wanita yang mampu membuatmu merasa bahagia setiap di sisiku. Aku berusaha
ikhlas dengan takdirku, mulai berdamai dengan setiap keadaan. Mulai merajut asa
kembali, tapi perlu kau tahu? Kini aku jadi takut “jatuh cinta” lagi. Menurutku
takut “jatuh cinta” ini lebih fatal dari patah hati ku denganmu yang juga mampu
menghempaskan logikaku.
Bagaimana
kau bertanggung jawab dengan semua yang terjadi pada diriku? Karena kamu
membuatku jatuh tanpa membantuku untuk bangun. Kau jahat? Tidak, aku tidak
bilang kamu jahat. Tidak ada yang patut di persalahakan atas semua ini, pertama
takdir Allah yang memang berjalan berbelok dari perkiraannku, kedua diriku
sendiri yang terlalu berharap atas hatimu, ketiga kamu sendiri yang mungkin
suka memberi harapan (eh, maaf ya aku bilang mungkin saja). Aku lelah dengan
sakit, lelah dengan setiap luka, lelah dengan airmata yang pada akhirnya mengantarku
pada Tuhan dengan suara terbata-bata meminta Dia untuk menghadirkan cinta
kembali dan melabuhkannya hanya pada seseorang yang benar-benar mampu
memperjuangkanku dengan tulus. Bukankah dengan begitu, aku meminta agar kau ada
pengganti nya bukan? Sedangkan dulu aku berkeyakinan bahwa kau tak akan pernah
terganti, aku menyesal menjadikanmu
sesuatu yang kuyakini “tak terganti” sedangkan kau begitu mudah
“menggantikanku” dengan yang lain.
Namun,
detik senantiasa merangkak menuju jam tanpa henti. Tuhan menyayangiku, Ia tidak
akan pernah membiarkanku terluka lebih lama lagi. Ia hadirkan kembali cinta
dalam hatiku dengan sisa-sisa serpihan luka itu dan luar biasa mengejutkan
cinta yang Tuhan hadirkan menurut pilihanNya untuk ku mampu membuat sisa-sisa
serpihan itu menjadi sempurna kembali. Dan aku harus berterimakasih padamu yang
memberiku pelajaran luar biasa dalam hidup bahwa “sabar dengan takdir yang tak
sejalan dengan kita itu sangat perlu, bertahan bersama luka itu romantis,
karena Allah akan menggantikanNya dengan yang jauh lebih baik, dan Allah itu
menurut prasangka hambaNya jika hambaNya berprasangka baik, maka Ia hadirkan
yang terbaik. Terimakasih kau juga mengajariku betapa kekuatan do’a orang-orang
yang patah hati mampu menembus langit pada tingkatan-tingkatan nya.”
Gambaran
sebuah perasaan diatas mungkin pernah terjadi di kehidupan kita. Diantara kita
tentunya pernah merasakan bagaimana jatuh cinta juga patah hati bukan? Rasa
dari jatuh cinta itu sendiri pun tak terdefinisikan melalui kalimat, ia hanya
bisa dirasakan melalui bahasa perasaan. Rasa cinta merupakan fitrah manusia,
perlu disyukuri bahwa sebuah rasa adalah anugrah Tuhan. Tapi, jangan lupa bahwa
Tuhan maha membolak-balikkan hati. Bisa jadi kan hari ini cinta, di kemudian
hari berbalik 180
yang malah mampu membuat hidup kita jauh dari
Allah, karena kita tidak terima takdir Allah berjalan jauh dari harapan kita,
wah ini sangat merugikan kita. Sebaiknya nih ya, ingat selalu pesan Allah bahwa
“Aku tidak akan mengambil sesuatu dari hambaku, melainkan menggantinya dengan
yang jauh lebih baik” ingat ya ingat pesan Allah ini, karena Allah yang paling
mengetahui segala hal yang terbaik untuk kita. Tetap semangat buat yang lagi
patah hati ya, semoga Allah segera memulihkan luka dan menghadirkan cinta
kembali. Yakinilah bahwa skenario Allah begitu romantis, tiba saatnya kita
tidak hanya dipertemukan tetapi juga dipersatukan dalam sebuah keluarga
sederhana yang memiliki kebahagiaan luar biasa.
