Minggu, 14 Mei 2017

Berada jauh darimu, apa harus seluka ini?





Jarak tak pernah bisa berdusta bahwa ia menyisakan sebuah rindu, dan rindu pun tak pernah bisa berdusta bahwa ia menyisakan luka. Luka yang aku tak pernah mampu menguraikannya, ia menjadi sebuah hal yang tidak pernah diketahui sejarah awal dan akhirnya. Rindu ada, tanpa tahu ia lahir dari mana. Yang aku tahu rindu terbaik lahir dari sesuatu yang teramat sangat berharga dalam sebuah kehidupan dan ia bagaikan jiwa yang harus ada di setiap hal yang hidup dan berharga. Benarkah kau sangat berharga untukku? Aku tak pernah mampu menjawabnya dan sampai kapanpun aku tak akan pernah mampu. Kau tahu kenapa? Tidak hanya sekedar berharga, dan aku tidak tahu harus menyebutnya apa.
Kau tahu langit? Dan bagaimana langit tanpa bintang? Bukankah bintang memperindah langit malam? Aku langit malam dan kau yang memperindah diriku denan sinarmu J begitulah Tuhan mengatur setiap inci keindahan dalam sebuah kehidupan manusia. Setiap kali aku bertanya pada Tuhan tentangmu, hanya airmata yang menghiasi saat itu yang entah apa maksud dari semuanya. Sepenuhnya aku menyadari bahwa kau belum benar-benar menjadi milikku, namun sepenuhnya aku juga menyadari bahwa kau adalah sebuah hadiah Tuhan yang membuatku harus melalui sebuah perjalanan panjang yang didalamnya penuh rintangan juga membutuhkan sebuah perjuangan  untuk memilikimu. Kau mengerti kan apa arti semua itu bagiku?
Karena menurutku, menemukanmu seperti aku mencari sebuah bintang di siang hari. Merindukanmu seperti aku menanti masalalu hadir kembali. Dan mencintaimu seperti saat aku menangis, hanya hati yang mampu merasakan  tanpa bisa terdefinisikan.  Kau tahu apa arti semuanya? menemukanmu itu sangat sulit dan hampir mustahil tapi takdir Tuhan is nothing impossible, sedangkan merindukanmu adalah suatu cerita yang tidak pernah ada ending nya, juga mencintaimu yang sepenuhnya hanya aku dan Tuhan yang tahu seberapa besar rasa itu.
            Ingin rasanya aku menghitung setiap jarak dan aku berlari bersama waktu bertemu denganmu, aku sangat merindukan titik waktu itu, dimana Tuhan berkata “waktunya bersama”. Aku tidak pernah letih dari mendoakanmu agar kau senantiasa bersabar dalam perjalanan ini, dan aku tidak pernah letih meminta agar Tuhan mempersatukan kita karena aku tahu di setiap perjalanan itu tak pernah lepas dari pendampingan Tuhan yang maha kasih. Kau percaya kan bahwa perjalanan ini begitu mulia?
Malam adalah suatu waktu dimana aku biasa memutar sebuah rekaman kehidupanku yang di dalamnya tak pernah lepas dari kisahmu. Di setiap hari, bahkan setiap waktu kau adalah cerita yang tidak semua orang mampu menjadi penikmatnya, namun setiap orang mampu menjadi pendengarnya. Aku pernah membaca sebuah kisah bahwa “dalam suatu cerita, jika kau lebih banyak luka maka, cerita itu sudah tak layak menjadi bagian cerita kehidupan” akan tetapi, bagaimana jika luka ini karena merindukanmu? Akankah cerita kita suda tak layak untuk diteruskan? Ah menurutku justru cerita ini yang wajib dijaga alurnya supaya tampak lebih indah, karena kutahu bahwa hakikatnya rindu itu memperindah. Ah roman ini sangat membahagiakan. Aku suka caramu bersabar disetiap episode nya, bersabar dengan ujian maupun penantian. Dan kuharap kau seperti ini terus, berbenahlah, bersiaplah, karena sebentar lagi kita akan masuk pada episode sejarah besar dalam kehidupan. Momen itu kan yang selalu kita rindukan dan kita nantikan di setiap pejalanan waktu nya? Percayalah waktu itu akan segera tiba, percayalah Tuhan tak pernah untuk tak mengabulkan setiap do’a. Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu.
aku tidak pernah ingin membencmu jarak, jadilah kau sinar-sinar yang menerangi setip langkah dalam kehidupanku.


Kamis, 04 Mei 2017

Jodoh itu “terimaksih Tuhan” bukan “kenapa Tuhan”




Jodoh terbaik lahir dari keikhlasan kita juga kesabaran atas setiap takdir Allah, ia juga lahir dari perjuangan yang begitu hebat juga menyakitkan. akan tetapi, suatu hal yang menyakitkan  itu menjadikan pribadi kita jauh lebih tangguh dari sebelumnya. kita menganggap bahwa takdir kita sangat buruk ketika Allah mengambil seseorang yang sangat kita cintai, padahal kita sudah berniat untuk menjadikannya pasangan hidup kita selamnaya. Ribuan bahkan lebih dari jutaan cara Allah memisahkan kita dari orang yang sangat kita cintai hanya untuk mempertemukan kita dengan seseorang yang menurutNya jauh lebih baik, yang membuat kita nyaman berada di sampingnya, yang membuat kita menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya, yang membuat kita tidak ragu untuk menampakkan setiap kekurangan kita di depannya, yang membuat kita menangis karena melihat perjuangannya yang penuh dengan ketulusan juga kasih sayang, juga membuat kita selalu punya banyak alasan untuk bertahan meski sempat ada pertengkaran hebat berkali-kali. Dia lah jodoh yang Allah siapkan untuk kita.
Ketika sebuah perjalanan cinta gagal dalam proses nya, seringkali kita bertanya:
“kenapa Tuhan Kau beri rasa cinta di hati yang begitu dalam sedangkan, Kau tak merestui kita untuk bersatu dalam ikatan suci pernikahan” 
“kenapa Tuhan Kau hadirkan dia dalam hidupku, yang pada akhirnya Kau memisahkan kami”
“kenapa Tuhan dia pergi dariku, sedangkan aku selalu berusaha yang terbaik untuk bertahan disampingnya, kenapa Kau hukum aku seberat ini harus berpisah dengannya sulit untuk ikhlas menerima”   
“kenapa Tuhan, takdirku begitu buruk harus berpisah dengannya, ia adalah satu-satu nya yang aku harapkan menemaniku selamanya, dan aku begitu bahagia bersamanya, teteapi kenapa takdirMu berkata lain Tuhan”
Dan masih banyak pertanyaan di benak kita tentang “kenapa Tuhan”. Sejatinya apapun yang terjadi dalam hidup kita merupakan sebuah proses yang memberikan hasil luar biasa di masa depan kita. Kebahagian kita adalah hasil dari produk di masalalu, seberapa tangguh kita dalam sebuah kesabaran, kesabaran kita hari ini adalah kebahagiaan di hari berikutnya.  Kelak, kita akan menyadari bahwa setiap proses itu merupakan harga yang memang harus dibayar untuk membeli kebahagiaan yang hakiki. Dan ketika Allah telah mempertemukan kita dengan jodoh terbaik menurutNya, maka kita akan berucap “terimakasih Tuhan, Kau pertemukan aku dengan ia yang senantiasa berusaha membuatku bahagia dan tidak miskin perjuangan untuk membahagiakan ku, menuntunku pada Mu, dia adalah hadiah terindah dalam hidupku, Terima kasih Tuhan”.
Bersiap-siaplah menerima setiap kejutan dalam hidupmu yang spektakuler dan penuh kejaiban, karena setiap orang memiliki jatah kebahagiaan, jatah berproses, jatah ujian juga cobaan yang menyakitkan. Maka, bersabarlah di setiap jatah-jatah yang memilukan itu, dan percayalah bahwa setiap insan memiliki “jatah bahagia” hanya saja waktu yang akan mempertemukan kita pada kebahagiaan tersebut.
Bukankah untuk mencapai suatu tempat yang indah, kita perlu berjalan? Dan bukankah kita tahu bahwa tidak semua jalan selalu indah, ada jalan berlubang, menanjak, berbelok, juga sempit. Pun sama dengan jalan kehidupan kita, tapi bukankan terasa sangat bahagaia ketika kita telah sampai pada suatu tujuan disana, bertemu dengan sebuah harapan yang selama ini hanya di angan-anagan saja.. juga kita tahu bahwa setiap musibah selalu ada jeda dan reda kan? Bersabarlah sebentar, tapi jangan diam. Teruslah berusaha menemukan radar-radar kasih yang kita cari, hingga sampai pada pemilik cinta sejati. Bagaimana cara aktif mencarinya? Jangan pernah merasa letih berharap padaNya, meski apa yang kita harapkan tak kunjung datang karena percayalah ia juga sedang berusaha menemukan jalan untuk sampai kepada kita, ia juga terus berjalan sama dengan kita, bukankah akan indah bila kita sama-sama berjalan untuk bertemu dan bersatu di penghujung hari yang telah direncanakan oleh Tuhan.
Kelak, kita akan senantiasa mengucap “terimakasih Tuhan” dan ia menggenggam erat tangan kita, memadukan jari-jemari kita dengan penuh manja juga penuh cinta dan ia akan memabawa kita di setiap perjalanan kehidupannya.

SELAMAT JALAN ANAKKU

Aku tercengang membaca tulisan temanku di media sosial yang mengabarkan bahwa anaknya telah berpulang, bisa terbaca disana ada kes...