Selasa, 25 April 2017

Aku menyesal pernah bilang “kamu tak tergantikan”





Bagaimana bisa dulu aku meyakini bahwa selamanya “kau tak akan pernah terganti”. Bagaimana mungkin aku meyakini bahwa “kau adalah takdirku” sedangkan, tegur sapa mu pun tak pernah ada untukku dan Tuhan yang maha romantis telah mempersiapkan takdir lain untukku. Kau tahu? Bahkan untuk bertanya pada Tuhan melalui istikharah cinta pun aku tak pernah mau. Kau tau kenapa? Aku sangat takut kehilangan kamu, aku sangat takut Allah memberi petunjuk bahwa “kau bukan takdirku”. aku egois? Ya, benar aku egois dan aku memaksa Tuhan untuk menjodohkan aku denganmu.  Kau lihat? Betapa tergila-gila nya aku dengan segala hal yang ada dalam dirimu yang tak pernah kutemukan pada diri laki-laki lain. ah sudah lah rasanya aku ingin tertawa dengan segala hal tentang dirimu, sekarang aku sadar betapa bodohnya cinta yang kukira baik untuk ku, padahal cinta pilihan Tuhan adalah terbaik diatas pilihan terbaik ku yang menurutku itu “kamu”.
Aku marah, aku sakit, patah hati berkali-kali karenamu, karena kau tiba-tiba mengubah dirimu layaknya monster yang aku sangat takut dan tak ingin melihatmu. Aku menangis sejadi-jadi nya, aku marah “kenapa Tuhan hadirkan cinta dalam hatiku yang pada akhirnya kau tak pernah untukku”. Dan parahnya, kau tak pernah menyadari atas sakit yang kamu cipta untukku, kamu pergi entah kemana hatimu berlabuh kini. Aku mencintaimu, Tapi aku sadar, bahwa nyatanya aku bukan yang terbaik, aku bukan yang terpantas, aku bukan pilihan Tuhan untuk menemanimu, juga bukan wanita yang mampu membuatmu merasa bahagia setiap di sisiku. Aku berusaha ikhlas dengan takdirku, mulai berdamai dengan setiap keadaan. Mulai merajut asa kembali, tapi perlu kau tahu? Kini aku jadi takut “jatuh cinta” lagi. Menurutku takut “jatuh cinta” ini lebih fatal dari patah hati ku denganmu yang juga mampu menghempaskan logikaku.
Bagaimana kau bertanggung jawab dengan semua yang terjadi pada diriku? Karena kamu membuatku jatuh tanpa membantuku untuk bangun. Kau jahat? Tidak, aku tidak bilang kamu jahat. Tidak ada yang patut di persalahakan atas semua ini, pertama takdir Allah yang memang berjalan berbelok dari perkiraannku, kedua diriku sendiri yang terlalu berharap atas hatimu, ketiga kamu sendiri yang mungkin suka memberi harapan (eh, maaf ya aku bilang mungkin saja). Aku lelah dengan sakit, lelah dengan setiap luka, lelah dengan airmata yang pada akhirnya mengantarku pada Tuhan dengan suara terbata-bata meminta Dia untuk menghadirkan cinta kembali dan melabuhkannya hanya pada seseorang yang benar-benar mampu memperjuangkanku dengan tulus. Bukankah dengan begitu, aku meminta agar kau ada pengganti nya bukan? Sedangkan dulu aku berkeyakinan bahwa kau tak akan pernah terganti, aku menyesal menjadikanmu  sesuatu yang kuyakini “tak terganti” sedangkan kau begitu mudah “menggantikanku” dengan yang lain.
Namun, detik senantiasa merangkak menuju jam tanpa henti. Tuhan menyayangiku, Ia tidak akan pernah membiarkanku terluka lebih lama lagi. Ia hadirkan kembali cinta dalam hatiku dengan sisa-sisa serpihan luka itu dan luar biasa mengejutkan cinta yang Tuhan hadirkan menurut pilihanNya untuk ku mampu membuat sisa-sisa serpihan itu menjadi sempurna kembali. Dan aku harus berterimakasih padamu yang memberiku pelajaran luar biasa dalam hidup bahwa “sabar dengan takdir yang tak sejalan dengan kita itu sangat perlu, bertahan bersama luka itu romantis, karena Allah akan menggantikanNya dengan yang jauh lebih baik, dan Allah itu menurut prasangka hambaNya jika hambaNya berprasangka baik, maka Ia hadirkan yang terbaik. Terimakasih kau juga mengajariku betapa kekuatan do’a orang-orang yang patah hati mampu menembus langit pada tingkatan-tingkatan nya.”
Gambaran sebuah perasaan diatas mungkin pernah terjadi di kehidupan kita. Diantara kita tentunya pernah merasakan bagaimana jatuh cinta juga patah hati bukan? Rasa dari jatuh cinta itu sendiri pun tak terdefinisikan melalui kalimat, ia hanya bisa dirasakan melalui bahasa perasaan. Rasa cinta merupakan fitrah manusia, perlu disyukuri bahwa sebuah rasa adalah anugrah Tuhan. Tapi, jangan lupa bahwa Tuhan maha membolak-balikkan hati. Bisa jadi kan hari ini cinta, di kemudian hari berbalik 180  yang malah mampu membuat hidup kita jauh dari Allah, karena kita tidak terima takdir Allah berjalan jauh dari harapan kita, wah ini sangat merugikan kita. Sebaiknya nih ya, ingat selalu pesan Allah bahwa “Aku tidak akan mengambil sesuatu dari hambaku, melainkan menggantinya dengan yang jauh lebih baik” ingat ya ingat pesan Allah ini, karena Allah yang paling mengetahui segala hal yang terbaik untuk kita. Tetap semangat buat yang lagi patah hati ya, semoga Allah segera memulihkan luka dan menghadirkan cinta kembali. Yakinilah bahwa skenario Allah begitu romantis, tiba saatnya kita tidak hanya dipertemukan tetapi juga dipersatukan dalam sebuah keluarga sederhana yang memiliki kebahagiaan luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELAMAT JALAN ANAKKU

Aku tercengang membaca tulisan temanku di media sosial yang mengabarkan bahwa anaknya telah berpulang, bisa terbaca disana ada kes...