Jauh dari orangtua, bukanlah hal mudah bagiku yang
memang bisa dikatakan sebagai perantau pemula.
Keyakinanku hanyalah percaya bahwa “seseorang
akan menjadi lebih mulia ketika meninggalkan kampung halaman dan kembali
untuknya membawa sinar seterang mercusuar” dan aku sangat percaya bahwa Tuhan
akan meninggikan derajat bagi mereka yang berjuang menuntut ilmu. Ibu dan ayah
tak pernah lelah aku berdo’a meski hanya
untuk setetes keringat mu, semoga Tuhan mengganti setiap usaha lahir maupun batin yang telah kalian
beri kepadaku dengan sangat tulus guna memenuhi kebutuhan jihadku.
Ibu, ayah izinkan aku menumpahkan segala rasaku
disini, aku tahu kalian disana juga sedang berjuang untukku. Untuk itu ayah dan
ibu, aku disini juga berjuang untuk kalian, aku sedang berusaha merajut
kebahagian meski aku diterpa badai kesedihan berkali-kali, kegagalan
berkali-kali, juga masalah datang silih berganti. Tapi, aku tidak ingin kalian
mengetahui segala hal ini, aku hanya ingin kalian tahu bahwa aku selalu dan
selalu dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan suatu apapun. Aku tidak
jarang bertemu dengan airmata, bagiku itu sudah sangat biasa, seperti pepatah
mengatakan bahwa “angin dan ombak selalu di sisi navigator paling kuat” tidak
ada impian yang dapat dicapai dengan mudah, siapa yang harus kuat? Kita sang
pemilik mimpi. Seperti hal nya ombak dan angin yang merupakan bagian dari
sebuah lautan, jika ingin sampai pada sebuah tujuan yang sangat indah di
seberang sana, sudah selayaknya kita mengarungi lautan juga mencintai setiap perjalanan
dan harus selalu siap menghadapi setiap rintangan. Semua perjuangan itu pantas
di jalani karena Tuhan siapkan hadiah kemenangan di seberang sana.
Ayah, ibu jadilah kalian sebagai sumber
kebahagiaan terbesarku, do’a kalian yang tak pernah lelah kami nanti setiap
hari silih berganti. Untuk menuju puncak sebuah tahun, dimulai dari sedetik
waktu, hingga menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun. Bukan waktu yang
singkat untuk mencapai semua itu, ketika setiap waktu berganti disini aku bersahabat
dengan kerinduan juga tangisan.
Hujan, adalah hadiah terindah Tuhan yang mampu
membasuh setiap kerinduan. Kembali kami percaya kekuatanTuhan pada setiap tetes
hujan akan membawa keberkahan pada setiap do’a. Impian yang entah kapan akan terwujud kami
hanya membalutnya dengan do’a-do’a yang entah kapan akan berhenti dan aku
yakini tak akan pernah berhenti selamanya. Tidak jarang aku melihat hujan
dibalik jendela dengan keresahan, kesedihan, juga tangisan. Aku mengingat
kalian, aku rindu melihat hujan bersama kalian yang aku selalu merasa hangat
diantara keromantisan di sebuah perumahan.
Rumah kecil kita, ya aku akan kembali padanya
dengan sinar yang akan menyinarinya selamanya. Yang membuat orang-orang
sekitarnya juga ikut merasakan terangnya sinar di rumah kita, hingga pada suatu
hari tidak hanya lingkungan kita yang akan ikut menikmati sinar itu, tetapi
seantero jagat ini juga ikut menyaksikan. Bumi Tuhan yang maha romantis ini
akan menjadi saksi atas setiap perjuangan menuju puncak impianku. Ayah ibu,
maukah kalian mendengar cerita dan membaca kisah ku pada sebuah buku sederhana yang
berjudul “story of my life” ? satu impianku menjadi seorang penulis. Disana aku
menuliskan cerita bahwa dalam hidupku ada dua orang yang sangat hebat, kuat,
sabar, juga sebagai pejuang tangguh, mereka menjadi inspirasi dan kekuatan
bagiku, menjadi bahan bakar guna mengobarkan api semangatku, menjadi pelipur
lara disetiap sakitku. Ketulusannya tanpa batas, cintanya tanpa jeda. Dua orang
itu bernama “ibu dan ayah”. Bahagialah membaca ceritaku, jangan jenuh
menantikan lembaran-lembaran berikutnya ya ayah, ibu. Jangan bosan membacanya
meski tahu lembaran itu tidak akan pernah ada akhirnya. Aku mencintaimu ayah,
ibu. Bersabarlah dalam melawan rindu, tunggu aku kembali pada kalian dengan
togaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar