Sabtu, 22 April 2017

Untuk Orangtuaku, Tunggu aku pakai TOGA ya



Jauh dari orangtua, bukanlah hal mudah bagiku yang memang bisa dikatakan  sebagai perantau pemula. Keyakinanku  hanyalah percaya bahwa “seseorang akan menjadi lebih mulia ketika meninggalkan kampung halaman dan kembali untuknya membawa sinar seterang mercusuar” dan aku sangat percaya bahwa Tuhan akan meninggikan derajat bagi mereka yang berjuang menuntut ilmu. Ibu dan ayah tak pernah lelah aku berdo’a  meski hanya untuk setetes keringat mu, semoga Tuhan mengganti setiap  usaha lahir maupun batin yang telah kalian beri kepadaku dengan sangat tulus guna memenuhi kebutuhan jihadku.
Ibu, ayah izinkan aku menumpahkan segala rasaku disini, aku tahu kalian disana juga sedang berjuang untukku. Untuk itu ayah dan ibu, aku disini juga berjuang untuk kalian, aku sedang berusaha merajut kebahagian meski aku diterpa badai kesedihan berkali-kali, kegagalan berkali-kali, juga masalah datang silih berganti. Tapi, aku tidak ingin kalian mengetahui segala hal ini, aku hanya ingin kalian tahu bahwa aku selalu dan selalu dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan suatu apapun. Aku tidak jarang bertemu dengan airmata, bagiku itu sudah sangat biasa, seperti pepatah mengatakan bahwa “angin dan ombak selalu di sisi navigator paling kuat” tidak ada impian yang dapat dicapai dengan mudah, siapa yang harus kuat? Kita sang pemilik mimpi. Seperti hal nya ombak dan angin yang merupakan bagian dari sebuah lautan, jika ingin sampai pada sebuah tujuan yang sangat indah di seberang sana, sudah selayaknya kita mengarungi lautan juga mencintai setiap perjalanan dan harus selalu siap menghadapi setiap rintangan. Semua perjuangan itu pantas di jalani karena Tuhan siapkan hadiah kemenangan di seberang sana.
Ayah, ibu jadilah kalian sebagai sumber kebahagiaan terbesarku, do’a kalian yang tak pernah lelah kami nanti setiap hari silih berganti. Untuk menuju puncak sebuah tahun, dimulai dari sedetik waktu, hingga menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun. Bukan waktu yang singkat untuk mencapai semua itu, ketika setiap waktu berganti disini aku bersahabat dengan kerinduan juga tangisan.
Hujan, adalah hadiah terindah Tuhan yang mampu membasuh setiap kerinduan. Kembali kami percaya kekuatanTuhan pada setiap tetes hujan akan membawa keberkahan pada setiap do’a.  Impian yang entah kapan akan terwujud kami hanya membalutnya dengan do’a-do’a yang entah kapan akan berhenti dan aku yakini tak akan pernah berhenti selamanya. Tidak jarang aku melihat hujan dibalik jendela dengan keresahan, kesedihan, juga tangisan. Aku mengingat kalian, aku rindu melihat hujan bersama kalian yang aku selalu merasa hangat diantara keromantisan di sebuah perumahan.
Rumah kecil kita, ya aku akan kembali padanya dengan sinar yang akan menyinarinya selamanya. Yang membuat orang-orang sekitarnya juga ikut merasakan terangnya sinar di rumah kita, hingga pada suatu hari tidak hanya lingkungan kita yang akan ikut menikmati sinar itu, tetapi seantero jagat ini juga ikut menyaksikan. Bumi Tuhan yang maha romantis ini akan menjadi saksi atas setiap perjuangan menuju puncak impianku. Ayah ibu, maukah kalian mendengar cerita dan membaca kisah ku pada sebuah buku sederhana yang berjudul “story of my life” ? satu impianku menjadi seorang penulis. Disana aku menuliskan cerita bahwa dalam hidupku ada dua orang yang sangat hebat, kuat, sabar, juga sebagai pejuang tangguh, mereka menjadi inspirasi dan kekuatan bagiku, menjadi bahan bakar guna mengobarkan api semangatku, menjadi pelipur lara disetiap sakitku. Ketulusannya tanpa batas, cintanya tanpa jeda. Dua orang itu bernama “ibu dan ayah”. Bahagialah membaca ceritaku, jangan jenuh menantikan lembaran-lembaran berikutnya ya ayah, ibu. Jangan bosan membacanya meski tahu lembaran itu tidak akan pernah ada akhirnya. Aku mencintaimu ayah, ibu. Bersabarlah dalam melawan rindu, tunggu aku kembali pada kalian dengan togaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELAMAT JALAN ANAKKU

Aku tercengang membaca tulisan temanku di media sosial yang mengabarkan bahwa anaknya telah berpulang, bisa terbaca disana ada kes...