Kamis, 04 Mei 2017

Jodoh itu “terimaksih Tuhan” bukan “kenapa Tuhan”




Jodoh terbaik lahir dari keikhlasan kita juga kesabaran atas setiap takdir Allah, ia juga lahir dari perjuangan yang begitu hebat juga menyakitkan. akan tetapi, suatu hal yang menyakitkan  itu menjadikan pribadi kita jauh lebih tangguh dari sebelumnya. kita menganggap bahwa takdir kita sangat buruk ketika Allah mengambil seseorang yang sangat kita cintai, padahal kita sudah berniat untuk menjadikannya pasangan hidup kita selamnaya. Ribuan bahkan lebih dari jutaan cara Allah memisahkan kita dari orang yang sangat kita cintai hanya untuk mempertemukan kita dengan seseorang yang menurutNya jauh lebih baik, yang membuat kita nyaman berada di sampingnya, yang membuat kita menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya, yang membuat kita tidak ragu untuk menampakkan setiap kekurangan kita di depannya, yang membuat kita menangis karena melihat perjuangannya yang penuh dengan ketulusan juga kasih sayang, juga membuat kita selalu punya banyak alasan untuk bertahan meski sempat ada pertengkaran hebat berkali-kali. Dia lah jodoh yang Allah siapkan untuk kita.
Ketika sebuah perjalanan cinta gagal dalam proses nya, seringkali kita bertanya:
“kenapa Tuhan Kau beri rasa cinta di hati yang begitu dalam sedangkan, Kau tak merestui kita untuk bersatu dalam ikatan suci pernikahan” 
“kenapa Tuhan Kau hadirkan dia dalam hidupku, yang pada akhirnya Kau memisahkan kami”
“kenapa Tuhan dia pergi dariku, sedangkan aku selalu berusaha yang terbaik untuk bertahan disampingnya, kenapa Kau hukum aku seberat ini harus berpisah dengannya sulit untuk ikhlas menerima”   
“kenapa Tuhan, takdirku begitu buruk harus berpisah dengannya, ia adalah satu-satu nya yang aku harapkan menemaniku selamanya, dan aku begitu bahagia bersamanya, teteapi kenapa takdirMu berkata lain Tuhan”
Dan masih banyak pertanyaan di benak kita tentang “kenapa Tuhan”. Sejatinya apapun yang terjadi dalam hidup kita merupakan sebuah proses yang memberikan hasil luar biasa di masa depan kita. Kebahagian kita adalah hasil dari produk di masalalu, seberapa tangguh kita dalam sebuah kesabaran, kesabaran kita hari ini adalah kebahagiaan di hari berikutnya.  Kelak, kita akan menyadari bahwa setiap proses itu merupakan harga yang memang harus dibayar untuk membeli kebahagiaan yang hakiki. Dan ketika Allah telah mempertemukan kita dengan jodoh terbaik menurutNya, maka kita akan berucap “terimakasih Tuhan, Kau pertemukan aku dengan ia yang senantiasa berusaha membuatku bahagia dan tidak miskin perjuangan untuk membahagiakan ku, menuntunku pada Mu, dia adalah hadiah terindah dalam hidupku, Terima kasih Tuhan”.
Bersiap-siaplah menerima setiap kejutan dalam hidupmu yang spektakuler dan penuh kejaiban, karena setiap orang memiliki jatah kebahagiaan, jatah berproses, jatah ujian juga cobaan yang menyakitkan. Maka, bersabarlah di setiap jatah-jatah yang memilukan itu, dan percayalah bahwa setiap insan memiliki “jatah bahagia” hanya saja waktu yang akan mempertemukan kita pada kebahagiaan tersebut.
Bukankah untuk mencapai suatu tempat yang indah, kita perlu berjalan? Dan bukankah kita tahu bahwa tidak semua jalan selalu indah, ada jalan berlubang, menanjak, berbelok, juga sempit. Pun sama dengan jalan kehidupan kita, tapi bukankan terasa sangat bahagaia ketika kita telah sampai pada suatu tujuan disana, bertemu dengan sebuah harapan yang selama ini hanya di angan-anagan saja.. juga kita tahu bahwa setiap musibah selalu ada jeda dan reda kan? Bersabarlah sebentar, tapi jangan diam. Teruslah berusaha menemukan radar-radar kasih yang kita cari, hingga sampai pada pemilik cinta sejati. Bagaimana cara aktif mencarinya? Jangan pernah merasa letih berharap padaNya, meski apa yang kita harapkan tak kunjung datang karena percayalah ia juga sedang berusaha menemukan jalan untuk sampai kepada kita, ia juga terus berjalan sama dengan kita, bukankah akan indah bila kita sama-sama berjalan untuk bertemu dan bersatu di penghujung hari yang telah direncanakan oleh Tuhan.
Kelak, kita akan senantiasa mengucap “terimakasih Tuhan” dan ia menggenggam erat tangan kita, memadukan jari-jemari kita dengan penuh manja juga penuh cinta dan ia akan memabawa kita di setiap perjalanan kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SELAMAT JALAN ANAKKU

Aku tercengang membaca tulisan temanku di media sosial yang mengabarkan bahwa anaknya telah berpulang, bisa terbaca disana ada kes...